StatCounter

View My Stats

Wednesday, November 23, 2016

Mengurus Visa Cina, Gampang kok


Mengurus visa itu terkadang menjadi satu part yang bikin males buat traveler yang ingin ke luar negeri. Gimana enggak? Persyaratannya aja biasanya segambreng, belum lagi biayanya juga ga bisa dibilang murah. Serius deh, nunggu keputusan visa diapprove atau tidak itu bikin hati galau tingkat dewa, apalagi kalau tiket pesawat udah dibeli. Kalau visa ditolak, uang untuk biaya pengajuan visa dipastikan hangus tak berbekas. Huft rasanya bahagia sekali seandainya kita-kita pemegang paspor hijau tercinta ini bisa bebas keluar masuk negara lain tanpa diribetin masalah per-visa-an ini.

Mengenai urusan visa ini, saya punya pengalaman yang kurang menyenangkan saat mengurus visa schengen ke Eropa. Endingnya sih dapat juga tuh visa, tapi alamak…..rasa deg-degan nya masih berasa sampe sekarang.  Anyway, ga usah dibahas lah ya masa-masa suram itu. Kali ini kita lanjut aja sesuai topik yaitu mengurus visa Cina. Mudahnya pengurusan visa Cina inilah yang jadi salah satu alasan saya untuk memilih liburan ke Cina, secara masih males banget kalau inget-inget masalah visa schengen hehe…So cekidot yahhhhh.

Mengisi Form Aplikasi

Apply visa Cina bisa dilakukan di Chinese Visa Aplication Service Centre. Untuk apply visa Cina ini, pertama kali yang harus dilakukan adalah mengunjungi website Chinese Visa Aplication Service Centre disini. Setelah itu, pada halaman beranda pilih application form. Nanti akan ketemu halaman seperti ini.



Untuk mengisi formnya pilih opsi A, kemudian ikuti saja perintahnya. Nanti secara otomatis kita akan dipandu menuju halaman untuk mengisi data-data yang terdiri dari personal info, travel info, other info, dan terakhir declaration and additional info.

Sedikit informasi tentang data-data yang diisi di form aplikasi adalah:
1. Personal info 
berisi data tentang identitas diri seperti nama, alamat, tempat tanggal lahir, nomor paspor. 

2. Travel info 
berisi data tentang tujuan dan keperluan kita berkunjung ke Cina, berapa lama akan stay disana, dan riwayat perjalanan ke luar negeri sebelumnya. 

3. Other info
yang ini seputar pertanyaan tentang tindak kriminal apa yang pernah kita lakukan selama di negara orang, dan pertanyaan apakah kita pernah mengidap penyakit menular. Untuk pertanyaan di other info ini sebaiknya dijawab yang bagus-bagus ajahh hehe, kecuali kalau memang pernah berbuat kriminal atau punya penyakit menular.

Di other info ini juga terdapat pernyataan dengan siapa kita akan melakukan perjalanan. Isikan aja identitas orang-orang yang akan bepergian bersama kita.

4. Declaration and additional info

yang ini intinya adalah pernyataan bahwa data yang diisi adalah benar dan tempat membubuhkan tanda tangan. 




Pengisian form aplikasi tidak harus dilakukan sekaligus. Di websitenya ada fitur buat simpan form yang sudah diisi sebagian. Jika ingin melengkapi lagi tinggal ambil datanya. Ini bagus banget buat yang sibuk-sibuk. Misalnya pas lagi enak-enak ngisi form dipanggil bos, atau khusus buat ibu-ibu pas lagi isi form tiba-tiba abang tukang sayur idola manggil-manggil. Yah......terpaksa isi formnya dihentikan dulu. 

Nah kalau kasusnya seperti itu, jangan kuatir, tinggal save aja yang sudah terisi, nanti saat sudah ada waktu luang bisa diteruskan isinya. Gimana caranya? caranya mudah saja, waktu masuk ke halaman seperti contoh gambar paling atas, pilih yang B, terus masukkan nama dan nomor referensi yang diberikan saat pertama kali login. Setelah itu form yang sudah kita input sebagian dapat dilanjutkan.

Tapi perlu diingat juga maksimal simpan datanya hanya 30 hari, kalau ngisi datanya lebih dari itu, datanya otomatis udah dihapus. Jadi jangan kelamaan apalagi sampe lupa.

Setelah semua data sudah dilengkapi, kemudian print dan tanda tangani formulir aplikasinya. Oh ya, pengisian form aplikasi bisa diwakilkan kepada orang lain. Jadi si yang mengajukan visa tinggal tanda tangan saja di bagian form paling bawah. Jika yang mengajukan anak-anak, maka yang tanda tangan pada formulir adalah orang tua.

Dokumen yang diperlukan
Untuk urusan dokumen, pengajuan visa Cina ini relatif tidak susah. Tidak seperti pengajuan visa negara lain pada umumnya, kita tidak diwajibkan menyertakan surat keterangan kerja dan slip gaji atau surat keterangan penghasilan, tidak perlu melampirkan rekening koran yang isinya minimal sekitan jut-jut atau mil-mil, dan tidak perlu pula melampirkan asuransi perjalanan. Tapi saran saya, kalau budgetnya ga mepet-mepet banget, asuransi perjalanan ini perlu dipertimbangkan walaupun ga wajib. 

Sesuai dengan yang tertullis di website Chinese Visa Application Service Centre, dokumen  yang diperlukan untuk pengajuan visa adalah berikut ini:

1. Formulir aplikasi
Formulir ini adalah formulir yang dijelaskan di atas. Jangan lupa untuk menandatangani formulir pada halaman akhir.

2. Paspor dan fotocopy paspor

3. Itinerary
Dokumen itinerary ini semacam jadwal rencana perjalanan kita mulai dari saat kedatangan kita di Cina sampai kita meninggalkan Cina. Jadwalnya ga usah terlalu rinci, cukup pokok-pokoknya saja, misalkan hari ke-1 tiba di Beijing, hari ke-2 jalan-jalan di Beijing (sebutkan tempat-tempatnya), hari ke-3 lanjut Tianjin, dan seterusnya. 

4. Pas foto terbaru
Ukuran foto yang dipersyaratkan adalah 48mmx33mm, tapi karena saya bingung dengan ukuran itu, saya buatnya ukuran 4x6 dengan komposisi wajah 80-90% (intinya banyak kelihatan muka kita) dan latar belakang warna terang. Di websitenya tidak disebutkan secara spesifik warna terangnya seperti apa, tapi untuk amannya buat aja pas fotonya dengan latar belakang putih. 

Kalau masih bingung dengan komposisi wajah 80-90%, bisa lihat contoh pas foto di bawah ini. Sengaja saya pilih foto anak saya yang sipit biar nuansanya sedikit cocok sama tujuan travellingnya. Halahhh....ga nyambung ya.




5. Tiket perjalanan pulang pergi

6. Bookingan hotel selama di Cina.
Untuk booking hotel ini, kita bisa menggunakan bukti bookingan hotel dari situs penyedia jasa online seperti booking.com.

7. Fotocopy KTP dan Kartu keluarga
Pada persyaratan di websitenya, dokumen ini tidak disebutkan. Namun, waktu itu saya melampirkannya untuk jaga-jaga dan akhirnya memang terpakai.

Khusus untuk pengajuan visa anak-anak, diperlukan dokumen tambahan yaitu surat pernyataan kesanggupan dari penanggung biaya untuk membiayai seluruh keperluan dan pengeluaran si anak selama di Cina. Persyaratan ini juga tidak dicantumkan dalam persyaratan di website Chinese visa Application Service Centre. Al hasil….saat apply visa kemarin, saya harus bercapek-capek mencari warnet untuk melengkapi dokumen itu. Untung warnetnya tidak jauh, maksudnya tidak sejauh Jakarta Bogor yang saya lalui tiap hari hehe. Tak apalah itung-itung latihan fisik sebelum mendaki Great Wall yang megah hehe…

Mengantar form Aplikasi beserta dokumen lainnya
Setelah form aplikasi ditandatangani dan persyaratan dokumen lainnya sudah ada, kita bisa langsung datang ke Chinese Visa Application Service Centre dengan alamat:
The East Building, Unit 6, 2nd Floor
Jl. DR. Ide Anak Agung Kav E3.2 No. 1
South Jakarta 12950 Indonesia

Pengajuan Visa dilayani dari hari senin sampai jumat (Regular/Express) jam  9:00AM sampe jam 3:00PM, sedangkan untuk pengambilan visa (kalau diapprove) atau dokumen lain seperti paspor, dilayani pada jam 9:00AM-4:00PM. Jadi jangan maksain kesana pas weekend yah, bisa dipastikan nanti cuma ketemu pak satpam dan bu satpam.

Waktu pemrosesan visa Cina adalah 3 hari kerja, dan itu akan diinfokan sama mbak-mbak petugasnya nanti. Pengalaman saya mengajukan visa yang regular, hari senin berkas diserahkan dan hari kamis visa sudah bisa diambil. Tapi untuk yang pingin dapat visanya cepat-cepat, Chinese Visa Application Service Centre menyediakan fasilitas pengajuan visa ekspress dengan proses yang lebih cepat, tapi tentunya dengan konsekuensi biaya yang lebih mahal. Untuk pengurusan ekspres bin kilat khusus ini bisa dilakukan pada hari senin sampai jumat jam 9:00AM sampai jam 11:00AM

Balik lagi ke masalah antar dokumen. Kalau sudah sampe di TKP, nanti kita akan diarahkan menuju loket tertentu dan diberikan nomor antriannya. Saat dipanggil tinggal kita serahkan form pengajuan beserta kelengkapan dokumennya. Nanti petugasnya akan memberitahukan kapan visanya bisa diambil. Tapi perlu dicatet ya, tidak ada jaminan pengajuan visa kita diapprove juga.  

Pengambilan Visa
Saat yang ditunggu-tunggu tiba, hari pengambilan visa. Silahkan datang ke tempat yang sama yaitu Chinese Visa Application Service Centre. Disana nanti kita akan diberi nomor tunggu pada loket yang telah ditentukan. setelah nomor urut kita dipanggil, disana kita akan diminta melakukan pembayaran. Biayanya pembayaran tergantung jenis visa yang diajukan. Lebih jelasnya liat tabel di bawah ini ya.


Untuk pengajuan 4 visa (saya, suami, dan 2 anak) dikenakan total biaya sebesar IDR 2.160.000,-.  Biaya tersebut sudah termasuk visa fee sebesar IDR 1.200.000,-, service fee IDR 872,727, dan pajak IDR 87.273,-. Biaya ini termasuk jauh lebih murah dibandingkan visa UK atau Schengen, tapi lebih mahal dari biaya visa Jepang. 

Setelah proses pembayaran selesai, kita akan diberikan bukti pembayaran dan nomor pengambilan. Langsung aja menuju loket sesuai dengan yang tertera pada nomor pengambilan dan taddaaaaaaaaaa………..jika disetujui, visa cina akan tertempel manis di paspor kita, seperti visa saya berikut ini.



Masalah paspor sudah selesai, tinggal siap-siap hunting perlengkapan buat winteran di Cina nih. Untuk pengalaman saat liburan disana, akan ditulis di periode selanjutnya. Tentunya jika ada waktu buat nulisnya ya….
Yang mau pergi liburan ke cina, ga usah takut-takut ngajuin visanya, seriusss deh,  yang ini relative gampang dan ga pake ribet hehehe.



Thursday, August 25, 2016

Danau Linow Tomohon, tempat plesiran indah sekitaran Manado

Agak sedikit menjauh dari kota Manado sekitar kurang lebih 30 km terdapat danau yang sangat cantik. Danau Linow namanya. Danau Linow ini terletak di Desa Lahedong, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon Minahasa Sulawesi Utara. Perjalanan yang dibutuhkan untuk ke danau linow ke Manado adalah sekitar 1-1,5 jam lebih. Agak lama memang, karena lokasinya memang berada di wilayah perbukitan jadi jalanan yang dilalui berkelok-kelok. So….jangan bandingkan dengan 30 km lewan jalan tol Jakarta – Bekasi ya. Untuk menuju lokasinya sendiri tidak susah, banyak petunjuk jalan yang akan mengarahkan kita ke danau linow Tomohon ini.

Menurut informasi yang saya dengar sebelumnya, warna air di danau linow bisa berubah-ubah menjadi 3 warna jika dilihat dari atas bukit. Warna tersebut bisa hijau, biru, dan coklat kekuningan. Perubahan warna disebabkan karena di salah satu sisi danau terhubung langsung dengan sumber air yang mengandung belerang. Selain itu, berubahnya warna air disebabkan oleh pembiasan cahaya dan pantulan dari vegetasi di sekitar danau. Sayangnya waktu itu saya hanya mendapati warna airnya hanya hijau. Itupun dalam foto terlihat biru. Mungkin saya belum beruntung.

pemnandangan danau linow

Menurut penuturan teman saya yang tinggal di Manado, dulunya danau ini tidak terawat. Namun setelah dikelola oleh pihak swasta, danau ini menjadi terawat dan jauh lebih bersih sehingga tak heran jika saat ini sudah menjadi destinasi favorit tidak hanya oleh turis lokal tapi juga turis mancanegara. Pada saat saya ke sana, saya juga menemui banyak sekali turis asing yang saya perkirakan berasal dari Cina.

bangku-bangku untuk menikmati kudapan


Mengenai tiket, menurut saya harganya juga tidak termasuk mahal namun tidak bisa dikatakan murah. Untuk satu orang dikenakan Rp. 25.000,- saja. Harga ini sudah termasuk secangkir minuman. Kita boleh memilih minuman teh atau kopi yang tentunya disajikan hangat-hangat. Bagi yang ingin tambahan makanan, kita bisa juga memesan makanan, ada roti bakar atau pisang goroho yang dicocol dengan sambal khas manado yang pedas. Sayangnya saya tidak sempat membuat dokumentasi makanan di tempat wisata yang satu ini. Mengapa? Karena waktu berkunjungnya sangat singkat dan sudah terpesoda dengan keindahannya.

Jadi, bagi yang sedang jalan-jalan ke Manado atau yang berencana hendak ke Manado jangan lupa mampir ke danau linow Tomohon ini ya. Untuk tempat jalan-jalan seputaran Manadonya sudah pernah saya tulis disini, dan untuk hal menarik tentang Manado lainnya saya tulis disini.

Jalan jalan ke Manado

Hi….kali ini saya akan menceritakan perjalanan saya ke Manado beberapa minggu yang lalu. Perjalanan ini sebenarnya adalah dalam rangka kerja, jadi maklum saja tempat-tempat yang saya kunjungi tidak banyak karena dari pukul 8.00 sampai pukul 16.00 waktu saya terpakai untuk urusan pekerjaan. Namun setidaknya saya masih bisa jalan-jalan di seputaran kota Manado plus menyempatkan diri sejenak untuk mengunjungi danau Linow di daerah Tomohon. Untuk di kota Manadonya sendiri setidaknya ada 2 tempat yang harus dikunjungi, yaitu kawasan boulevard dan jembatan Ir. Soekarno.

Kawasan Boulevard Manado

Boulevard adalah kawasan yang paling ramai di kota Manado. Terletak di tengah-tengah kota Manado, kawasan ini merupakan kawasan yang menyajikan panorama pantai yang indah. Tak heran jika saat weekend, tempat ini seringkali dijadikan tempat berkumpulnya warga Manado untuk sekedar melakukan senam pagi bersama atau olahraga bersama keluarga.

Kawasan boulevard agaknya memang cocok dijadikan salah satu landmark di Manado. Selain pemandangan pantai yang indah, kawasan ini terhitung sangat lengkap untuk para traveler. Hotel, mall, pertokoan, dan tempat jajanan mulai dari jajanan umum sampai jajanan khas manado mudah ditemukan dalam jarak yang berdekatan. Jadi pas sudah, traveler bisa berwisata kuliner sambil menikmati suasana sunset dengan pemandangan pulau Manado Tua.


Saat jalan-jalan ke boulevard saya juga tak lupa mencicipi beberapa kuliner terkenal di sana. Salah satunya adalah di tuna house. Sesuai dengan namanya, menu makanan utama di disini adalah ikan tuna yang dipanggang seperti steak. Namun bagi yang menginginkan menu selain tuna, tersedia juga menu lain seperti nasi goreng.
Ukuran steak tuna ini bermacam-macam, ada yang small, medium, dan large dengan harga yang tentunya berbeda. Jadi untuk memesan steak tuna ini kita dapat menyesuaikan dengan porsi makan kita atau isi dompet kita hehehe.
Masalah harga, saya kira masih masuk dalam kategori wajar, kalau gak salah untuk ukuran small bisa ditebus dengan harga Rp.35.000,- per porsi, kalau yang lainnya saya lupa karena kebetulan pesannya yang ukuran small. Bukan karena faktor kantong sih, tapi memang saat itu sudah cukup kenyang, dan praktis memang saya tidak mampu menghabiskannya.

Satu porsi terdiri dari steak tunanya sendiri, sayuran cah kangkung yang disajikan dalam mangkuk super kecil, dan sebagai karbohidratnya kita bisa memilih antara nasi atau singkong yang disini disebutnya adalah ubi. Saya sendiri tentulah memilih untuk mencoba ubi, karena menurut teman saya ubi disini terasa lembut dan manis. Berikut ini penampakannya ya.


Seporsi steak tuna ukuran small



suasana "tuna house" yang menghadap ke pantai


Selain mencoba steak di tuna house, saya mencoba berkuliner ria di tempat lain. Kali ini di tempat yang lebih elit yaitu restauran wisata bahari. Restauran ini merupakan salah satu resturan ternama yang ada di kota Manado.  Masalah menu, restauran ini menawarkan menu yang lebih variatif, namun menu utamanya adalah seputar sea food seperti bermacam-macam ikan, kepiting, cumi-cumi, dan kerang. Untuk beberapa makanan, harga dihitung berdasarkan berat makanan. Saya waktu itu hampir terkecoh mengira bahwa harga kepiting yang tertera di daftar harga adalah harga per porsi, untunglah saya perhatikan lagi bahwa harga yang tertera adalah harga per ons. Pantas saja, pas pertama kali membaca kok murah sekali hahaha.

Suasana restaurant wisata bahari

Restauran ini tergolong cukup besar dengan kapasitas sekitar 200 orang. Pengunjung bisa memilih tempat duduk di dalam ruangan atau di luar ruangan. Jika memilih di luar ruangan, tentu saja kita bisa menikmati makanan sambil melihat indahnya pemandangan laut. Restauran ini tampaknya juga sering disewa untuk berbagai acara. Sewaktu disana, tempat duduk di dalam ruangan seluruhnya dalam kondisi reserve. 


Jembatan Ir. Soekarno
Jembatan Soekarno ini merupakan salah satu ikon baru di Manado. Jembatan yang memiliki panjang 1,127 km ini baru diresmikan pada bulan Mei 2015. Sebenarnya jembatan ini biasa saja, tidak sepanjang dan tidak se-spektakuler jembatan suramadu yang menghubungkan pulau Jawa dan Madura. Namun bedanya, jembatan ini dilengkapi dengan lampu warni warni seperti merah, kuning, biru, hijau (ah…..kebetulan saya tidak menghafalkan warna apa saja). Lampu warna warni ini menjadikan jembatan ini terlihat sangat menarik di malam hari.

Bagi penggemar fotografi atau yang suka difoto, jembatan ini tentu sangat cocok untuk dikunjungi untuk digunakan sebagai obyek foto atau background foto diri. Saya pun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk segera berfoto di jembatan ini.

narsis depat jempatan


Itulah tempat-tempat menarik dan kuliner yummy yang sudah saya cicipi ketika menginjakkan kaki di Manado. Selain di kotanya, agak bergeser sedikit ke arah Lahendong terdapat tempat menarik yang patut dikunjungi oleh para traveler yaitu danau Tomohon yang bisa dibaca disini. Selain tempat wisata dan kuliner, saya juga sempat menuliskan hal yang menarik lainnya dari manado. Artikelnya bisa dibaca disini.

Wednesday, August 24, 2016

Hal menarik dari Manado "Panggil Aku Cowok"


Panggil aku “cowok”….. mungkin terdengar sedikit aneh, walaupun sebenarnya kata cowok sendiri sudah biasa digunakan di kalangan anak-anak muda. Tapi umumnya kata ini  digunakan untuk mereka yang sudah saling mengenal. Tidak pantas rasanya kita menyapa seseorang yang baru ditemui dengan sapaan “cowok”. Kesannya jadi seperti kalimat guyonan atau bahkan seperti sapaan yang mengundang, genit, menggoda, dan kesan negatif lainnya. Tapi eitsss…….tunggu dulu, ternyata sapaan cowok ini tidak selalu bermakna negatif. Sapaan ini justru menjadi keunikan tersendiri dari salah satu wilayah di Sulawesi Utara, tepatnya kota Manado.

Siapa yang tak kenal Manado, kota terbesar kedua di pulau Sulawesi yang memiliki sejuta pesona. Spot-spot menarik yang layak dikunjungi seperti wisata air Taman Nasional Bunaken, danau Tondano, danau Linow Tomohon atau makanan khas seperti bubur manado dan pisang goroho sudah pernah dikupas tuntas oleh media dan para blogger di Indonesia. Selain keindahan alam dan makanan khas, ada satu lagi yang sangat terkenal di kalangan teman-teman saya. Mereka menyebutnya sebagai “bibir manado”. Yang dimaksud bibir disini tentunya bukan bibir sesungguhnya. “Bibir manado” yang dimaksud adalah wanita-wanita Manado yang berparas cantik dengan kulit putihnya yang masih terlihat khas Indonesia. Namun bagi saya pribadi, ada sisi lain yang menarik dan unik yang belum saya ketahui sebelum saya mendapat kesempatan untuk berkunjung di Manado.

Hal menarik tersebut berawal ketika pertama kali saya mencoba kuliner khas Manado. Mungkin karena tidak terbiasa dengan cita rasa yang pedas, saya merasa memerlukan minuman tambahan. Seperti biasa saya memanggil pelayan untuk memesan air mineral. Kalimat yang saya ucapkan waktu itu adalah “Mas…..pesan air mineral satu lagi ya?” dan apa jawaban si mas-mas tadi? dengan senyum tipis si mas-mas tadi berkata “Maaf, saya bukan orang Jawa. Panggil saya cowok”. Sedikit bingung tentunya. Saat itu teman saya yang sudah cukup lama tinggal di Manado langsung tersenyum dan menjelaskan bahwa “cowok” adalah sapaan yang umum untuk laki-laki di Manado, sedangkan untuk yang masih mbak-mbak biasanya disapa dengan “cewek”.  Dan benar saja, beberapa saat setelah itu, saya coba memperhatikan sekeliling saya, dan memang semuanya memanggil dengan sapaan cowok atau cewek.

Perasaan yang muncul saat itu adalah geli sekaligus takjub. Geli karena tidak biasa dan takjub karena rupaya masyarakat Manado lebih menyukai untuk memakai atribut sendiri. Seakan ingin menjadi tuan rumah di daerah sendiri, dalam hal sapa menyapa pun mereka memilih. Tak mau dipanggil mas-mas, sebutan untuk laki-laki Jawa yang saat ini sebenarnya sudah sangat umum dipakai di berbagai daerah.
Setelah mengetahui hal itu, saya mulai membiasakan diri dengan sapaan cowok atau cewek ala ala Manado. Setidaknya saya bertekad untuk menggunakannya selama beberapa hari ke depan selama saya berada di kota tersebut. Agak kagok awalnya, tapi lama kelamaan saya mulai akrab bahkan ketagihan  dengan sapaan itu. Ya…..mumpung ada di Manado, saya bisa bebas sepuas-puasnya memanggil orang dengan sapaan cowok. Kapan lagi  bisa menyapa brondong dengan sebutan cowok hahaha.

Begitulah Manado, kota yang tidak hanya memiliki pesona alam yang indah dan bubur seperti yang banyak diberitakan di media, atau tidak hanya sekedar bibir seperti yang diceritakan oleh teman-teman saya. Ada keunikan lain di sana. Keunikan yang menjadi daya tarik tersendiri setidaknya menurut saya pribadi. Jika ada kesempatan, saya pasti tidak menolak untuk kembali bertandang ke sana. Semoga saja.