Hi….kali ini saya akan menceritakan
perjalanan saya ke Manado beberapa minggu yang lalu. Perjalanan ini sebenarnya
adalah dalam rangka kerja, jadi maklum saja tempat-tempat yang saya kunjungi
tidak banyak karena dari pukul 8.00 sampai pukul 16.00 waktu saya terpakai
untuk urusan pekerjaan. Namun setidaknya saya masih bisa jalan-jalan di seputaran
kota Manado plus menyempatkan diri sejenak untuk mengunjungi danau Linow di
daerah Tomohon. Untuk di kota Manadonya sendiri setidaknya ada 2 tempat yang
harus dikunjungi, yaitu kawasan boulevard dan jembatan Ir. Soekarno.
Kawasan Boulevard Manado
Boulevard adalah kawasan yang paling ramai
di kota Manado. Terletak di tengah-tengah kota Manado, kawasan ini merupakan
kawasan yang menyajikan panorama pantai yang indah. Tak heran jika saat weekend,
tempat ini seringkali dijadikan tempat berkumpulnya warga Manado untuk sekedar
melakukan senam pagi bersama atau olahraga bersama keluarga.
Kawasan boulevard agaknya memang cocok
dijadikan salah satu landmark di Manado. Selain pemandangan pantai yang indah,
kawasan ini terhitung sangat lengkap untuk para traveler. Hotel, mall,
pertokoan, dan tempat jajanan mulai dari jajanan umum sampai jajanan khas
manado mudah ditemukan dalam jarak yang berdekatan. Jadi pas sudah, traveler
bisa berwisata kuliner sambil menikmati suasana sunset dengan pemandangan pulau Manado Tua.
Saat jalan-jalan ke boulevard saya juga tak lupa mencicipi
beberapa kuliner terkenal di sana. Salah satunya adalah di tuna house. Sesuai
dengan namanya, menu makanan utama di disini adalah ikan tuna yang dipanggang seperti
steak. Namun bagi yang menginginkan menu selain tuna, tersedia juga menu lain
seperti nasi goreng.
Ukuran steak tuna ini bermacam-macam, ada yang small,
medium, dan large dengan harga yang tentunya berbeda. Jadi untuk memesan steak
tuna ini kita dapat menyesuaikan dengan porsi makan kita atau isi dompet kita
hehehe.
Masalah harga, saya kira masih masuk dalam kategori wajar,
kalau gak salah untuk ukuran small bisa ditebus dengan harga Rp.35.000,- per
porsi, kalau yang lainnya saya lupa karena kebetulan pesannya yang ukuran small.
Bukan karena faktor kantong sih, tapi memang saat itu sudah cukup kenyang, dan
praktis memang saya tidak mampu menghabiskannya.
Satu porsi terdiri dari steak tunanya sendiri, sayuran
cah kangkung yang disajikan dalam mangkuk super kecil, dan sebagai
karbohidratnya kita bisa memilih antara nasi atau singkong yang disini
disebutnya adalah ubi. Saya sendiri tentulah memilih untuk mencoba ubi, karena
menurut teman saya ubi disini terasa lembut dan manis. Berikut ini
penampakannya ya.
 |
Seporsi steak tuna ukuran small
|
 |
| suasana "tuna house" yang menghadap ke pantai |
Selain mencoba steak di tuna house, saya mencoba
berkuliner ria di tempat lain. Kali ini di tempat yang lebih elit yaitu restauran
wisata bahari. Restauran
ini merupakan salah satu resturan ternama
yang ada di kota Manado. Masalah menu, restauran ini menawarkan menu yang
lebih variatif, namun menu utamanya adalah seputar sea food seperti
bermacam-macam ikan, kepiting, cumi-cumi, dan kerang. Untuk beberapa makanan,
harga dihitung berdasarkan berat makanan. Saya waktu itu hampir terkecoh
mengira bahwa harga kepiting yang tertera di daftar harga adalah harga per porsi,
untunglah saya perhatikan lagi bahwa harga yang tertera adalah harga per ons.
Pantas saja, pas pertama kali membaca kok murah sekali hahaha.
 |
| Suasana restaurant wisata bahari |
Restauran ini tergolong cukup besar dengan
kapasitas sekitar 200 orang. Pengunjung bisa memilih tempat duduk di dalam
ruangan atau di luar ruangan. Jika memilih di luar ruangan, tentu saja kita
bisa menikmati makanan sambil melihat indahnya pemandangan laut. Restauran ini
tampaknya juga sering disewa untuk berbagai acara. Sewaktu disana, tempat duduk
di dalam ruangan seluruhnya dalam kondisi reserve.
Jembatan
Ir. Soekarno
Jembatan Soekarno ini merupakan salah satu ikon baru di Manado.
Jembatan yang memiliki panjang 1,127
km ini baru diresmikan pada bulan Mei 2015. Sebenarnya jembatan ini biasa saja,
tidak sepanjang dan tidak se-spektakuler jembatan suramadu yang menghubungkan
pulau Jawa dan Madura. Namun bedanya, jembatan ini dilengkapi dengan lampu
warni warni seperti merah, kuning, biru, hijau (ah…..kebetulan saya tidak
menghafalkan warna apa saja). Lampu warna warni ini menjadikan jembatan ini
terlihat sangat menarik di malam hari.
Bagi penggemar fotografi
atau yang suka difoto, jembatan ini tentu sangat cocok untuk dikunjungi untuk digunakan
sebagai obyek foto atau background foto diri. Saya pun tak menyia-nyiakan
kesempatan untuk segera berfoto di jembatan ini.
 |
narsis depat jempatan
Itulah tempat-tempat menarik dan kuliner yummy
yang sudah saya cicipi ketika menginjakkan kaki di Manado. Selain di kotanya,
agak bergeser sedikit ke arah Lahendong terdapat tempat menarik yang patut
dikunjungi oleh para traveler yaitu danau Tomohon yang bisa dibaca disini. Selain tempat wisata dan kuliner, saya juga sempat menuliskan hal yang
menarik lainnya dari manado. Artikelnya bisa dibaca disini.
|