Agak sedikit menjauh dari
kota Manado sekitar kurang lebih 30 km terdapat danau yang sangat cantik. Danau
Linow namanya. Danau Linow ini terletak di Desa Lahedong, Kecamatan Tomohon Selatan,
Kota Tomohon Minahasa Sulawesi Utara. Perjalanan
yang dibutuhkan untuk ke danau linow ke Manado adalah sekitar 1-1,5 jam lebih.
Agak lama memang, karena lokasinya memang berada di wilayah perbukitan jadi jalanan
yang dilalui berkelok-kelok. So….jangan bandingkan dengan 30 km lewan jalan tol
Jakarta – Bekasi ya. Untuk menuju lokasinya sendiri tidak susah, banyak
petunjuk jalan yang akan mengarahkan kita ke danau linow Tomohon ini.
Menurut informasi yang saya dengar
sebelumnya, warna air di danau linow bisa berubah-ubah menjadi 3 warna jika
dilihat dari atas bukit. Warna tersebut bisa hijau, biru, dan coklat kekuningan. Perubahan warna
disebabkan karena di salah satu sisi danau terhubung langsung dengan sumber air
yang mengandung belerang. Selain itu, berubahnya warna air disebabkan oleh pembiasan
cahaya dan pantulan dari vegetasi di sekitar danau. Sayangnya waktu itu saya hanya mendapati warna airnya hanya hijau. Itupun
dalam foto terlihat biru. Mungkin saya belum beruntung.
![]() |
| pemnandangan danau linow |
Menurut penuturan teman saya yang tinggal
di Manado, dulunya danau ini tidak terawat. Namun setelah dikelola oleh pihak
swasta, danau ini menjadi terawat dan jauh lebih bersih sehingga tak heran jika
saat ini sudah menjadi destinasi favorit tidak hanya oleh turis lokal tapi juga
turis mancanegara. Pada saat saya ke sana, saya juga menemui banyak sekali turis
asing yang saya perkirakan berasal dari Cina.
![]() |
| bangku-bangku untuk menikmati kudapan |
Mengenai tiket, menurut saya
harganya juga tidak termasuk mahal namun tidak bisa dikatakan murah. Untuk satu
orang dikenakan Rp. 25.000,- saja. Harga ini sudah termasuk secangkir minuman.
Kita boleh memilih minuman teh atau kopi yang tentunya disajikan hangat-hangat.
Bagi yang ingin tambahan makanan, kita bisa juga memesan makanan, ada roti
bakar atau pisang goroho yang dicocol dengan sambal khas manado yang pedas.
Sayangnya saya tidak sempat membuat dokumentasi makanan di tempat wisata yang
satu ini. Mengapa? Karena waktu berkunjungnya sangat singkat dan sudah
terpesoda dengan keindahannya.


Menarik ...
ReplyDelete