StatCounter

View My Stats

Thursday, August 25, 2016

Jalan jalan ke Manado

Hi….kali ini saya akan menceritakan perjalanan saya ke Manado beberapa minggu yang lalu. Perjalanan ini sebenarnya adalah dalam rangka kerja, jadi maklum saja tempat-tempat yang saya kunjungi tidak banyak karena dari pukul 8.00 sampai pukul 16.00 waktu saya terpakai untuk urusan pekerjaan. Namun setidaknya saya masih bisa jalan-jalan di seputaran kota Manado plus menyempatkan diri sejenak untuk mengunjungi danau Linow di daerah Tomohon. Untuk di kota Manadonya sendiri setidaknya ada 2 tempat yang harus dikunjungi, yaitu kawasan boulevard dan jembatan Ir. Soekarno.

Kawasan Boulevard Manado

Boulevard adalah kawasan yang paling ramai di kota Manado. Terletak di tengah-tengah kota Manado, kawasan ini merupakan kawasan yang menyajikan panorama pantai yang indah. Tak heran jika saat weekend, tempat ini seringkali dijadikan tempat berkumpulnya warga Manado untuk sekedar melakukan senam pagi bersama atau olahraga bersama keluarga.

Kawasan boulevard agaknya memang cocok dijadikan salah satu landmark di Manado. Selain pemandangan pantai yang indah, kawasan ini terhitung sangat lengkap untuk para traveler. Hotel, mall, pertokoan, dan tempat jajanan mulai dari jajanan umum sampai jajanan khas manado mudah ditemukan dalam jarak yang berdekatan. Jadi pas sudah, traveler bisa berwisata kuliner sambil menikmati suasana sunset dengan pemandangan pulau Manado Tua.


Saat jalan-jalan ke boulevard saya juga tak lupa mencicipi beberapa kuliner terkenal di sana. Salah satunya adalah di tuna house. Sesuai dengan namanya, menu makanan utama di disini adalah ikan tuna yang dipanggang seperti steak. Namun bagi yang menginginkan menu selain tuna, tersedia juga menu lain seperti nasi goreng.
Ukuran steak tuna ini bermacam-macam, ada yang small, medium, dan large dengan harga yang tentunya berbeda. Jadi untuk memesan steak tuna ini kita dapat menyesuaikan dengan porsi makan kita atau isi dompet kita hehehe.
Masalah harga, saya kira masih masuk dalam kategori wajar, kalau gak salah untuk ukuran small bisa ditebus dengan harga Rp.35.000,- per porsi, kalau yang lainnya saya lupa karena kebetulan pesannya yang ukuran small. Bukan karena faktor kantong sih, tapi memang saat itu sudah cukup kenyang, dan praktis memang saya tidak mampu menghabiskannya.

Satu porsi terdiri dari steak tunanya sendiri, sayuran cah kangkung yang disajikan dalam mangkuk super kecil, dan sebagai karbohidratnya kita bisa memilih antara nasi atau singkong yang disini disebutnya adalah ubi. Saya sendiri tentulah memilih untuk mencoba ubi, karena menurut teman saya ubi disini terasa lembut dan manis. Berikut ini penampakannya ya.


Seporsi steak tuna ukuran small



suasana "tuna house" yang menghadap ke pantai


Selain mencoba steak di tuna house, saya mencoba berkuliner ria di tempat lain. Kali ini di tempat yang lebih elit yaitu restauran wisata bahari. Restauran ini merupakan salah satu resturan ternama yang ada di kota Manado.  Masalah menu, restauran ini menawarkan menu yang lebih variatif, namun menu utamanya adalah seputar sea food seperti bermacam-macam ikan, kepiting, cumi-cumi, dan kerang. Untuk beberapa makanan, harga dihitung berdasarkan berat makanan. Saya waktu itu hampir terkecoh mengira bahwa harga kepiting yang tertera di daftar harga adalah harga per porsi, untunglah saya perhatikan lagi bahwa harga yang tertera adalah harga per ons. Pantas saja, pas pertama kali membaca kok murah sekali hahaha.

Suasana restaurant wisata bahari

Restauran ini tergolong cukup besar dengan kapasitas sekitar 200 orang. Pengunjung bisa memilih tempat duduk di dalam ruangan atau di luar ruangan. Jika memilih di luar ruangan, tentu saja kita bisa menikmati makanan sambil melihat indahnya pemandangan laut. Restauran ini tampaknya juga sering disewa untuk berbagai acara. Sewaktu disana, tempat duduk di dalam ruangan seluruhnya dalam kondisi reserve. 


Jembatan Ir. Soekarno
Jembatan Soekarno ini merupakan salah satu ikon baru di Manado. Jembatan yang memiliki panjang 1,127 km ini baru diresmikan pada bulan Mei 2015. Sebenarnya jembatan ini biasa saja, tidak sepanjang dan tidak se-spektakuler jembatan suramadu yang menghubungkan pulau Jawa dan Madura. Namun bedanya, jembatan ini dilengkapi dengan lampu warni warni seperti merah, kuning, biru, hijau (ah…..kebetulan saya tidak menghafalkan warna apa saja). Lampu warna warni ini menjadikan jembatan ini terlihat sangat menarik di malam hari.

Bagi penggemar fotografi atau yang suka difoto, jembatan ini tentu sangat cocok untuk dikunjungi untuk digunakan sebagai obyek foto atau background foto diri. Saya pun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk segera berfoto di jembatan ini.

narsis depat jempatan


Itulah tempat-tempat menarik dan kuliner yummy yang sudah saya cicipi ketika menginjakkan kaki di Manado. Selain di kotanya, agak bergeser sedikit ke arah Lahendong terdapat tempat menarik yang patut dikunjungi oleh para traveler yaitu danau Tomohon yang bisa dibaca disini. Selain tempat wisata dan kuliner, saya juga sempat menuliskan hal yang menarik lainnya dari manado. Artikelnya bisa dibaca disini.

1 comment: